GKR Ayu Koes Indriyah: Teguhkan Budaya Lewat Bahasa Jawa



SEMARANG - Calon Anggota DPD RI Wakil Jawa Tengah Nomor 29 GKR Ayu Koes Indriyah mengajak masyarakat di Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, untuk melestarikan Bahasa Jawa. Sebab, menurutnya, hilangnya bahasa daerah adalah hilangnya jati diri bangsa.

"Jangan sampai orang Jawa kehilangan Jawanya. Kita harus terus melestarikan budaya yang ada agar jati diri kita sebagai orang Jawa, sebagai bangsa Indonesia tidak hilang," ujarnya, Sabtu (6/4).

Putri bungsu Pakoe Boewono XII Keraton Surakarta Hadiningkrat, sapaannya, merasa sangat miris melihat adanya benturan antara budaya dan agama. Seolah, keduanya merupakan hal yang bertentangan sehingga salah satunya harus disingkirkan. Padahal, katanya, seluruh agama yang ada, dulunya diperbolehkan masuk ke nusantara karena yakin bahwa agama tidak akan dibenturkan.

Kekecewaan Gusti Ayu semakin membuncah setelah melihat pemerintah sebagai lembaga negara yang memiliki tanggung jawab utama, seolah abai. "Nah sekarang yang terjadi begitu. Dan kepedulian pemerintah terhadap hal tersebut sangat kecil, merasa tidak ada perbenturan sama sekali," keluhnya.

Dirinya mencontohkannya dengan undang-undang pelestarian bahasa dan budaya. Katanya, RUU Perlindungan Bahasa Daerah dan RUU Masyarakat Adat, sampai sekarang tidak ada pembahasan lagi. Dari situlah ia melihat tidak adanya keseriusan dari pihak pemerintah.

Meskipun begitu, sebagai anggota DPD RI, dalam setiap kesempatan, Gusti Ayu selalu memperjuangkan hal tersebut. "Kami akan mengusulkan terus. Kalau sudah di undang-undangkan, peraturaturan pemerintahnya, peraturan daerahnya juga harus disegerakan," jelasnya.

Lebih jauh, Gusti Ayu ingin agar bahasa daerah bisa dimasukkan dalam mata pelajaran secara nasional. "Dijadikan lagi mata pelajaran, tidak sekadar muatan lokal atau pun ekstra kurikuler. Sebelum punah dari bumi nusantara," imbuhnya.

Di samping itu, dirinya juga menguatkan pendidikan budi pekerti. Baginya, pendidikan karakter yang ada saat ini merupakan bagian kecil dari pendidikan budi pekerti. Gusti Ayu menyambut baik langkah itu, karena minimal sudah ada kemajuan.

Namun, ia menyayangkan tentang implementasi dari pendidikan karakter sendiri. Katanya, di sekolah-sekolah, pendidikan karakter belum sepenuhnya maksimal. Masih banyak guru-guru yang rancu dan sedikit kebingungan. Karena itu, Gusti Ayu ingin agar persoalan ini ditangani secara serius oleh ahlinya.

"Indonesia ini memang butuh orang yang tak hanya pintar, tapi juga benar-benar sebagai pelaku. Kalau hanya pintar nanti malah mintari orang lain, bahaya," tandasnya. (af).



0 Response to "GKR Ayu Koes Indriyah: Teguhkan Budaya Lewat Bahasa Jawa "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel